AKU
ada masa, dimana kisah hidup baiknya hanya disimpan oleh pemiliknya saja, tanpa ada sepatah kata kunci yang ia berikan kepada orang lain untuk ditebak alur kisahnya. disitulah muncul sebuah tolak pandang, jika ada yang menyimpan harus ada yang memberi. lalu darimana aku belajar? aku yang hanya kenal dan hafal jalan hidup yang sering aku lewati, begitu saja...tak ada yang baru. begitusaja...kemudian kembali. begitu saja...dan aku mulai bosan. akankah berlanjut begitu saja hingga hela nawas terkhirku beranjak?
"aku tak mau!"
aku harus belajar tentang hidup... banyak aspek yang belum kukenal, kudalami, dan bahkan kualami.
sebagai seorang gadis kampung, tak banyak orang mengenal sosok diriku.
aku tak suka banyak bicara macam pendongeng di sudut desa, di bayar oleh anak-anak kecil yang sekedar ingin mendengan cerita-ceritanya dengan kadar imajinasi yang begitu tinggi.
aku juga bukan si cupu, yang takut akan mereka yang terlihat kuat, pintar, berstatus tinggi atau apalah itu sebutannya. pendiam macam orang bisu, jelas bukan aku.
parasku tak secantik putri raja, tak seanggun putri priayi, tak sehebat anak konglomerat. anak seorang buruh sederhana yang tidak ingin disebut sebagai keluarga melarat. lebih tepatnya aku adalah anak dari pasangan yang sederhana, tercukupi dan tidak suka berlebihan.....
aku...aku adalah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar